Sehat dengan Langkah Praktis

Menu ini sempat jadi keinginan beberapa waktu lalu dan baru sekarang bisa eksekusi. Sejak aktif update ig dr zaidul akbar jadi suka banget koleksi berbagai rempah, kurma dan beberapa yang lain. Ini adalah salah satu hasil racikan resep sehatnya. Banana almond smoothies. Rasanya nyoklat banget karena pakai bubuk coklat dengan kadar 100%. Dan ini tidak pakai gula sama sekali. Semuanya pakai takaran feeling tapi hasilnya, enak luar biasa, dan nagih. Positifnya, menu ini lebih sehat daripada jus-jus yang ada di kedai-kedai itu.

#tantangan10hari
#tantanganDay3
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Advertisements

Rasa yang Belum Usai

Latihan kemandirian hari ini mengenai mengatasi rasa takut yang berlebihan pada perjalanan jarak jauh. Sudah lama sekali perjalanan jarak jauh tidak dilakukan karena memang tidak ada kepentingan apa-apa. Namun kali ini saya mendapat tugas untuk ikut datang dalam kegiatan pelatihan kurikulum di sekolah lain di Karanganyar kota yang cukup jauh dari rumah. Kurang lebih berjarak 25 km harus ditempuh dengan motor dan sendiri. Sebenarnya kemarin sudah berniat untuk nebeng teman saja karena jauh, tapi ternyata saya salah perkiraan dan sudah keduluan teman yang lain yang juga mau nebeng. Akhirnya ya sudah, naik motor sendiri saja.

Bismillah, pagi berangkat itu luar biasa terasa perjalanan yang jauh. Teman saya yang berangkat bersama memacu motornya dengan kencangnya, yang mungkin itu normal baginya namun tidak bagi saya. Mungkin ini karena efek medan jalanan yang biasa saya lewati cenderung padat sehingga naik motor pelan pun tidak masalah. Kali ini tantangan nya harus mengikuti teman saya karena saya lupa jalan ke arah sana untuk masuk ke gangnya. Jadilah mau tidak mau saya pun harus mengimbangi kecepatan laju motor saya supaya tidak ketinggalan. Saat itu tangan saya sudah merasakan sakit karena dulu pernah cidera. Dan semakin terasa ketika sudah mau sampai, tapi saya coba bertahan. Sesampainya di sana cukup lega akhirnya tidak terlambat, tetapi tangan masih terasa sakit. Teman saya pun mengatakan bahwa memang kebiasaannya naik motor juga begitu sedangkan saya tidak. Saya biasa pelan dan santai kali ini harus dipercepat dengan adanya kondisi bareng temen dan ngejar jam pagi.

Di awal berangkat sudah berniat nanti pulang aja lah gantian saya membonceng temen. Tetapi pada kenyataannya tidak jadi karena saya masih agak trauma untuk diboncengkan, sempat pernah jatuh saat puasa kemarin karena diboncengkan. Akhirnya saya lebih memilih untuk menyetir sendiri dengan motor saya dan berjalan sangat santai bahkan memakan waktu 1 jam. Alhamdulillah perjalanan selesai sampai di rumah dengan tenang dan selamat. Selanjutnya semoga bisa lebih berani untuk melawan rasa takut di jalan.

#tantangan10hari

#tantanganharike11

#gamelevel2

#kemandiriananak

#melatihkemandirian

#kuliahbundasayang

#ibuprofesional

Hujan dan Improvisasi

Sore ini hujan pertama di Solo setelah lama kemarau. Meski hanya gerimis, sudah cukup membasahi tanah dan membersihkan sesaat debu-debu di jalanan yang terbawa angin masuk rumah. Terasa sekali ketika pertama hujan seperti ini, sejuknya dan aroma tanah yang baru saja dibasahi air hujan. Ada satu hal yang membuat hujan pertama menjadi sensasi yang tidak biasa namun ini biasa terjadi di rumah saya.

Sebagai tempat berteduh mestinya rumah itu seluruh gentingnya tertutup entah oleh material apapun itu. Namun pada hari ini kejanggalan terjadi karena meski hanya hujan gerimis tetapi ada ruangan yang airnya seolah-olah ditumpahkan di situ saja. Ini terjadi karena mungkin beberapa hari lalu sempat mau dibenarkan ternyata gentingnya kelupaan dipasang. Akhirnya air seperti gerojogan mengalirnya.

Pada saat itu di rumah hanya ada saya, ibu dan adik yang baru berusia 10 tahun. Dengan sigap saya dan ibu segera mengambil ember dan kain pel untuk segera meredakan air yang tumpah itu. Tetapi air terus saja mengalir meski hujan sudah mulai reda. Di dekat air yang menggerojog itu ada beberapa kabel yang saling bersambungan dan sudah basah oleh air. Dengan spontan ibu memotong kabel dan memindahkan pigura lalu segera mematikan sumber listrik di rumah karena takut terjadi konslet. Sampai hampir maghrib baru menyalakan lagi sambil menunggu kabel-kabel nya mengering.

Soal kelistrikan dari dulu selalu saya tidak bisa mandiri, mungkin karena pernah trauma dan inner child itu masih belum hilang sampai sekarang. Pada saat yang bersamaan di dapur sedang memasak, akhirnya ibu yang mengurus kelistrikan dan saya menyelesaikan pekerjaan dapur yang masih tersisa.

Dari sini kemandirian yang saya latihkan belum seberapa, terutama soal menghilangkan inner child ketakutan terhadap kabel dan kelistrikan lainnya. Sampai-sampai harus benar-benar menghindari lampu dengan kabel karena takutnya, walaupun sebenarnya setelah dilakukan ya tidak ada masalah. Namun ini masih butuh untuk dilatih ternyata.

#tantangan10hari

#tantanganharike10

#gamelevel2

#kemandiriananak

#melatihkemandirian

#kuliahbundasayang

#ibuprofesional

Mengelola Hati

Adakalanya, rasa gelisah dan takut tiba-tiba datang begitu saja tanpa diminta. Dalam keadaan yang tertentu, misal ketika target untuk melakukan sesuatu hal tidak tercapai tiba-tiba diri juga diliputi rasa bersalah dan lebih ke cenderung pesimis akan sesuatu hal.

Itulah yang sedang terjadi beberapa hari ini. Yang saya bisa lakukan hanya satu, menenangkan hati, setidaknya supaya tetap dalam kondisi waras dan normal. Hanya saja terkadang proses itu tidak mulus. Adakalanya perasaan yang menghampiri begitu kuat sehingga lebih mendominasi daripada usaha untuk menenangkan diri.

Saya telah membaca buku-buku spiritual tentang menjaga hati dan mendapatkan intisari bahwa untuk bisa tenang, kembalikan semuanya kepada Sang Pemilik Hidup dan Sang Pemilik Hati. Dan untuk menuju ke sana begitu banyak godaan yang datang, ada saja yang membuat gagal. Namun, ketika terapi sudah dilakukan, maka hati secara perlahan akan tenteram. Tiba-tiba saja ada jalan keluarnya. Ialah terapi shalawat yang seringkali saya lakukan untuk segala macam jalan keluar atas berbagai perasaan dan persoalan. Ketika sudah rutin melakukannya seolah selalu ada yang kurang ketika belum melakukannya. Kenapa shalawat, itu dijelaskan di buku yang saya baca, insyaallah akan saya tuliskan review nya kapan-kapan.

Jadi untuk menjaga dan mengelola hati supaya tetap sehat adalah dengan terapi shalawat. Karena dengan shalawat, berarti kita menyebut-nyebut manusia pilihan Allah, manusia terkasih yang bahkan sebelum kita ada di dunia sudah teramat sangat mengkhawatirkan nasib kita, begitu cintanya beliau terhadap umatnya. Sedangkan mungkin kita khususnya saya sendiri masih sangat jauh dari beliau. Semoga dengan bacaan shalawat yang senantiasa dibaca setiap waktu membuat kita mendapatkan syafaat dari beliau fi dunya ilaa yaumil qiyamah. Aamiin.

#tantangan10hari

#tantanganharike8

#gamelevel2

#kemandiriananak

#melatihkemandirian

#kuliahbundasayang

#ibuprofesional

Menghalau Malas

Ketika lelah menghadang, dan mata tak bisa diajak kompromi biasanya saya akan langsung ambil posisi nyaman untuk tidur di manapun selagi tempat itu layak untuk sekedar meletakkan kepala sejenak. Namun hari ini saya memilih tidak melakukan hal tersebut, karena sedang dikejar deadline untuk membaca lebih banyak alias belajar mempersiapkan ujian.

Pola membaca dan belajar saya bisa dibilang unik dan terlalu kurang kerjaan mungkin bagi orang lain. Tetapi saya merasa nyaman melakukan hal tersebut meski kenyataan harus menderita untuk berlelah-lelah melakukannya. Saya tidak hanya membaca tetapi menulis ulang apa yang saya baca. Kenapa? Mungkin ini efektif bagi saya dengan cara belajar yang seperti ini dan sudah terbiasa dari sejak masih sekolah.

Dan inilah cara yang saya lakukan untuk menghindari ketidakmandirian perilaku yang satu ini. Mengingat kalau sudah benar-benar mengantuk bisa saja saya tidur di tempat yang asal nyaman dan bisa membuat tidur. Saya mulai menuliskan ulang mengenai hal-hal yang saya pelajari untuk persiapan ujian. Satu halaman demi satu halaman terlewati, sampai tak terasa sudah menuliskan hampir setengah bahan ujian. Dan ajaibnya, ketika saya sudah menulis agak banyak secara otomatis meski rasa kantuk itu masih melekat kuat di mata tetapi mata ini sudah tidak lagi ingin tidur dan kepala juga rasanya tidak lagi berat. Benar-benar terapi yang sangat mudah bahkan. Bagi saya menyibukkan diri dengan hal-hal seperti itu bisa menghilangkan rasa kantuk dan malas.

Hal yang bisa saya dapatkan dari kegiatan pagi ini adalah, sibukkan dirimu dalam hal baik maka sesuatu yang tidak baik itu akan pergi dengan sendirinya, dan keinginan untuk melakukan ketidakbaikan itu pun akan hilang.

#tantangan10hari

#tantanganharike6

#gamelevel2

#kemandiriananak

#melatihkemandirian

#kuliahbundasayang

#ibuprofesional

Maraton Nguli

Seharian ini ada beberapa kegiatan luar rumah yang sama sekali tidak terencana tetapi spontanitas jalan begitu saja. Sudah lama juga saya menganut prinsip ini. Seolah olah hidup mengalir seperti air. Namun adakalanya setelah semua terlalui dan dievaluasi, ada saja yang tidak ter-pegang dan akhirnya tertunda.

Seperti halnya hari ini, seharian maratonnya nguli alias ngudi ilmu. Sore hari yang biasa ngaji rabu sore sudah direncanakan dan berangkat. Ternyata malam harinya ada acara yang juga menarik untuk diikuti yang termasuk juga bagian dari ngaji tadi, dengan pembicara yang berbeda dan tempat yang berbeda pula. Tiba-tiba malam harinya ada keinginan untuk datang karena memang dekat juga dengan rumah (hanya 3-4 km) dan juga ada temen yang ingin ke sana tapi tak tahu arah ke sana. Akhirnya jadilah saya berangkat ke sana bersama teman saya itu.

Malam hari acara selesai sekitar jam 22.30 dan waktunya pulang. Setelah sampai rumah ya memang ada yang belum terselesaikan, salah satunya menuliskan ini (ups..). Salah satu yang lain lagi adalah menulis rangkuman belajar yang sudah sempat dibaca namun belum sempat tertulis. Maklum lah…. kebiasaan belajar dari sejak jaman dulu itu kalau tidak memuliakan apa yang dibaca rasanya selalu ada yang kurang. Hihihiii… Tetapi sebenarnya dengan kejadian hari ini tadi ya ada ilmu-ilmu yang memang perlu banget untuk kehidupan sehari-hari sih… Jadi memang tak ada yang sia-sia kok segala sesuatu itu, karena setiap langkah selalu mengandung hikmah.

Setelah evaluasi mandiri, maka yang harus diperbaiki ke depannya adalah, ketika mau pergi-pergi sebaiknya pikirkan apa yang harus dilakukan hari itu dan segera dikerjakan untuk antisipasi seperti hari ini. Tapi memang ya, bisa dijadikan bahan (aih… lagi-lagi ini alibi, ehm). Supaya ke depan tidak terbengkalai tugas-tugas yang menjadi kewajiban, artinya tugas dan kewajiban itu diselesaikan terlebih dahulu untuk kemudian bisa memuaskan diri kalau-kalau ada dadakan seperti tadi itu… Pergi tanpa rencana, meski pulang juga dapet ilmunya dengan tugas yang agak terbengkalai. Pelajaran berharga bahwa manajemen waktu harus diperbaiki lagi karena sangat berkaitan dengan kemandirian diri dalam melaksanakan tugas secara tuntas dan efisien.

#tantangan10hari

#tantanganharike5

#gamelevel2

#kemandiriananak

#melatihkemandirian

#kuliahbundasayang

#ibuprofesional

Apa Arti Mandiri?

Secara bahasa mandiri berarti mampu melakukan segala keperluan pribadi secara sendiri tanpa bantuan orang lain. Definisi ini menjadi dasar mengapa sebuah kata sifat ini sangat perlu kita kuasai. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan terus menerus bersama dengan orang lain dan mengganggu kepentingan orang lain. Adakalanya kita akan sendiri dimana dengan keadaan sendiri menjadi penting untuk kita melakukan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan pribadi secara mandiri.

Aspek aspek kemandirian menurut Doulvan dan Andelson (dalam Steinberg, 1993) ada tiga aspek kemandirian yaitu kemandirian emosi, kemandirian perilaku dan kemandirian nilai. Kemandirian emosi ditandai dengan adanya kemampuan melepaskan diri atas ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Kemandirian perilaku ditandai dengan kemampuan mengambil keputusan dan konsekuen dalam melaksanakan keputusan tersebut. Kemandirian nilai ditandai dengan timbulnya keyakinan terhadap nilai-nilai yang bersifat abstrak dan juga ukuran benar/salah.

Berdasarkan aspek-aspek kemandirian tersebut, artinya sebagai orang dewasa kita juga harus mampu mencapai aspek-aspek tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Aspek kemandirian emosi misalnya, bagaimana kita harus bereaksi terhadap suatu keadaan atau kondisi secara rasional dan mengutamakan lebih banyak aspek rasional dibandingkan perasaan. Sebagai seorang wanita memang tidak diragukan lagi bahwa kebanyakan kaum wanita menggunakan perasaannya lebih besar dibandingkan rasional atau logikanya apalagi jika sudah menyangkut kehidupan mungkin suami dan dan anak-anaknya.

Sebagai prolog, dalam 10 hari ke depan, secara pribadi saya akan belajar mengenai kemandirian emosi dan perilaku, karena tak jarang kemampuan tersebut yang akan selalu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari berkaitan dengan apapun. Kemandirian emosi dan perilaku di sini adalah saat harus menghadapi situasi yang bisa saja membutuhkan berbagai solusi terutama saat dihadapkan pada sebuah pilihan atau masalah.

#tantangan10hari

#tantanganharike1

#gamelevel2

#kemandiriananak

#kuliahbundasayang

#ibuprofesional